Semarang, 21 Maret 2016

   Ketika seseorang mengalami disabilitas tangan karena kecelakaan ataupun karena kondisi sejak lahir, pada umunya di negara berkembang pasien penyandang difabel tersebut akan menggunakan tangan prostetik yang bersifat kosmetik atau tangan tiruan yang tidak bisa digunakan untuk menggengam karena bersifat pasif. Solusi dari tangan prostetik pasif tersebut adalah dengan menggunakan tangan bionik yang bisa digerakkan dengan menggunakan sinyal otot tangan yang masih tersisa. Tetapi harga tangan bionik tersebut tentunya cukup mahal dan sangat sulit untuk dibeli bagi sebagian besar para difabel di Indonesia. Oleh kerana itu, tim peneliti dari Undip berusaha untuk mengembangkan tangan bionik yang terjangakau dengan teknologi yang tidak jauh dari tangan bionik yang sudah ada di negara maju.

   Mahasiswa dan dosen dari Universitas Diponegoro yang tergabung dalam tim riset CBIOM3S (Center for Biomechanics, Biomaterial, Biomechatronics, and Biosignal Processing) mengembangkan tangan bionik yang terjangkau untuk masyarakat yang mempunyai disabilitas tangan. Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian tersebut adalah Khusunul Ari Mustakim dan Jonny Andreas Pakpahan yang diarahkan oleh dua dosen Mochammad Ariyanto dan Rifky Ismail dari Departemen Teknik Mesin Undip.

   Awal pengembangan tangan bionik dimulai dari tahun 2014 yang lalu, dimana saat itu mulai mengembangkan tangan robot yang terbuat dari akrilik dengan aktuator motor servo dan dapat digerakkan dengan menggunakan sarung tangan yang dimodifikasi. Tangan robot yang dikembangkan telah berhasil melakukan penggenggaman berbagai macam bentuk benda. selain itu tangan robot tersebut juga dapat melakukan kegiatan seperti mengetik dengan keyboard, mengoperasikan mouse, dan terakhir dapat memainkan pianika seperti pada video di bawah ini.

Video 1. Tangan Robotik Generasi Pertama Undip

   Setelah berhasil mengembangkan tangan robot, tim peneliti mulai mengembangkan tangan bionik yang terjangkau dan diberi nama “AstoHand“. Astohand hingga tulisan ini diturunkan sampai Maret 2016 telah berhasil mengembangkan dua versi tangan bionik yaitu AstoHand V1.0 dan AstoHand V2.0. Tim peneliti Undip mendapatkan salah satu “Study Participant” dengan disabilitas tangan kiri untuk mencoba tangan bionik AstoHand V2.0. Seorang pemuda dari Kabupaten Batang yang bernama Ahmad Anisul Fuad menyempatkan diri untuk datang ke Undip bersama dengan keluarganya. Fuad kehilangan tangan kirinya pada saat bekerja di proyek bangunan ketika membawa benda tangannya tersengat listrik tegangan tinggi sehingga tangan kirinya harus diamputasi.

   Uji coba tangan bionik dilakukan dengan kalibrasi sensor electromyography (EMG) yang digunakan untuk membaca aktivitas otot yang tersisa pada tangan kiri Fuad. Pertama sensor EMG diletakkan di otot yang tersisa pada tangan kirinya untuk menggerakkan tangan bionik AstoHand V2.0. Karena sisa otot pada tangan kirinya cukup kecil dan akan mengganggu ketika dipasang tangan bionik, maka sensor EMG diletakkan di punggung kanan untuk menggerakkan tangan bionik. Uji coba dikakukan dengan meggerakkan tangan bionik tanpa melakukan penggenggaman benda dan berhasil dilakukan dengan lancar oleh Fuad. Kemudian dilakukan dengan uji menggenggam berbagai macam benda dan menulis pada kertas A4 menggunakan marker. Fuad dengan lancar berhasil menggerakkan tangan bionik untuk melakukan penggenggaman berbagai benda yang bisa diangkat dan menulis di atas kertas A4.

   Setelah uji coba tangan Bionik AstoHand V2.0, Fuad merasa sangat senang sekali dan bersyukur karena ada harapan baru yaitu dia dapat melakukan aktivitasnya seperti dulu. Dia berharap peneliti dari Undip segera menyempurnakan tangan bionik yang telah dikembangkan sehingga bisa dimanfaatkan oleh para penderita disabilitas tangan seperti dia. Fuad juga merasa terharu karena dia menjadi yang pertama kali memakai tangan bionik buatan dalam negeri, Indonesia. Kedepannya tangan bionik ini akan diberikan kepada Fuad karena telah membantu sebagai study participant dalam pengembangan tangan bionik yang terjangkau ini.

Gambar 1. Uji coba tangan bionik pada study participant

   Sedangkan video dokumentasi uji coba penggunaan Tangan Bionik AstoHand V2.0 oleh study participant dapat dilihat seperti pada video di bawah ini:

                          

Video 2. Uji Coba tangan bionik AstoHand V2.0