SEMARANG, KOMPAS.com – Pelaksanaan wisuda Universitas Diponegoro (Undip) Semarang digelar di Gedung Gedung Prof. Soedarto, Kampus Tembalang, Semarang pada Senin (27/7/2020).

Sejumlah robot peraga berbaris saat akan mengikuti wisuda secara daring di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020). WIsuda ke-159 UNDIP yang diikuti 2.561 lulusan itu menggunakan teknologi robot peraga yang menggantikan kehadiran fisik para wisudawan maupun wisudawati karena sejumlah kebijakan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Rektor UNDIP Yos Johan Utama (kanan) menyerahkan ijazah kelulusan kepada robot peraga saat wisuda secara daring di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020). WIsuda ke-159 UNDIP yang diikuti 2.561 lulusan itu menggunakan teknologi robot peraga yang menggantikan kehadiran fisik para wisudawan maupun wisudawati karena sejumlah kebijakan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Rektor UNDIP Yos Johan Utama (kedua kanan) menjabat tangan robot peraga saat wisuda secara daring di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020). WIsuda ke-159 UNDIP yang diikuti 2.561 lulusan itu menggunakan teknologi robot peraga yang menggantikan kehadiran fisik para wisudawan maupun wisudawati karena sejumlah kebijakan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Sebuah robot peraga berpose seusai mengikuti wisuda secara daring di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020). WIsuda ke-159 UNDIP yang diikuti 2.561 lulusan itu menggunakan teknologi robot peraga yang menggantikan kehadiran fisik para wisudawan maupun wisudawati karena sejumlah kebijakan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Karena digelar di masa pandemi, prosesi wisuda ke-159 itu pun dilakukan secara daring.

Menariknya, pelaksanaan wisuda yang sedianya dihadiri wisudawan sebanyak 2.561 orang itu digantikan oleh tiga robot peraga.

Robot tersebut dirancang layaknya seorang wisudawan lengkap dengan jubah wisuda dan memakai toga.

Bahkan, ada juga robot yang memakai kain jarik bermotif batik dan mengenakan jilbab.

Robot berdiri di atas kotak dilengkapi dengan roda dan mesin penggerak dengan daya berasal dari batere kering atau aki.

Robot bisa berjalan maju mundur dan berputar menggunakan remote control yang dikendalikan dari jarak hingga 15 meter.

Penyerahan ijazah dan pemindahan tali toga serta ucapan selamat dilakukan oleh Rektor Undip Yos Johan Utama.

Yos mengatakan prosesi wisuda dengan menggunakan robotik tersebut sebagai upaya kampus dalam menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah Covid-19.

“Ini upaya kita menerapkan protokol kesehatan mencegah Covid-19 yakni menggunakan teknologi untuk proses wisuda di Undip. Ini sudah dikembangkan robot generasi ke empat,” jelas Yos kepada awak media, Senin (27/7/2020).

Untuk itu, Yos berharap inovasi menggunakan robotik itu tidak berhenti hanya pada saat prosesi wisuda saja. 

Namun bisa diterapkan untuk membantu orang lain, misalnya mengembangkan tangan ataupun kaki bionik.

“Harapannya bisa terus dikembangkan tidak hanya untuk wisuda saja, tetapi bisa menciptakan tangan atau kaki robot. Artinya bisa membantu orang-orang yang membutuhkan,” harapnya.

Kendati demikian, Yos mengaku terharu dengan prosesi wisuda yang digelar tidak seperti biasanya itu.

“Ya terharu, sedih juga wong biasanya bertemu dengan para wisudawan secara langsung ramai-ramai. Tapi apapun kondisinya kan harus kita hadapi bukan kita tangisi,” ungkapnya.

Namun, dia berpesan kepada wisudawan agar dapat menciptakan berbagai inovasi di tengah era digitalisasi.

“Harus pandai-pandai mencari inovasi, jangan hanya berpikir mainstream,” pesannya.

Pengembangan tiga robot tersebut dilakukan selama kurun waktu satu bulan oleh Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Teknologi Kesehatan Universitas Diponegoro Center for Bio Mechanics, Bio Material, Bio Mechatronics and Bio Signal Processing (CBIOM3S) Undip dengan anggaran sebesar Rp 40 hingga Rp 50 juta.

Sementara, perancang robot wisuda tersebut juga alumni tim Robotik Undip, Rofiq C. Prayoga.

“Kami diminta Pak Rektor dan Pak Wakil Rektor 3 untuk mengembangkan robot ini sekitar bulan Juni. Butuh waktu satu bulan untuk menyiapkan 3 robot ini,” kata Ketua PUI PT Teknologi Kesehatan CBMIOM3S Undip, Rifky Ismail.

Dia menjelaskan robot dilengkapi dengan fitur untuk berkomunikasi melalui layar tablet yang disematkan pada wajah robot. “Fiturnya dirancang bisa seperti orang wisuda, tangannya bisa bersalaman dengan Pak Rektor, kemudian satu tangannya lagi dapat menerima ijazah,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, komunikasi bisa dilakukan melalui aplikasi video call sehingga wisudawan yang berada di rumah masing-masing dapat berkomunikasi dua arah dengan rektor pada saat penyerahan ijazah.

“Ini penghargaan dari undip untuk wisudawan terbaik bagaimana mereka bisa bertatap langsung dan komunikasi dengan Pak Rektor. Meskipun mereka agak sedih juga tidak bisa bertemu langsung,” ungkapnya.

Prosesi wisuda bisa disaksikan langsung oleh wisudawan dan keluarga melalui channel YouTube Undip TV.

Wisuda ini merupakan wisuda daring kedua yang dilaksanakan Undip digelar Senin sampai Kamis, 27 sampai 30 Juli 2020 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sebelumnya, wisuda daring yang pertama digelar pada akhir Juni lalu.  Penulis Kontributor Semarang, Riska Farasonalia Editor Dino Oktaviano

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Saat Robot Wakili Wisudawan Undip Terima Ijazah”, Klik untuk baca: https://foto.kompas.com/photo/read/2020/07/28/1595909644cda/5/saat.robot.wakili.wisudawan.undip.terima.ijazah#&gid=1&pid=5.