About

About Us

CBIOM3S

Perkenalan CBIOM3S

Secara lembaga, CBIOM3S telah terbentuk mulai 10 November 2015 dan mulai aktif memiliki SK pendirian pada tahun 2016. SK aktif CBIOM3S saat ini berlaku untuk tahun 2017-208 dan saat ini sedang dalam pengusulan SK untuk tahun 2018. CBIOM3S menempati 3 ruangan di Laboratorium Terpadu Lantai 5 Universitas Diponegoro yang beralamat di Jl. Prof. Sudharto Kampus Undip Tembalang Semarang. Salah satu fokus penting yang dicapai dalam pada tahun 2017 – 2018 ini adalah upaya komersialisasi produk.

Pada Tahun 2017, CBIOM3S mulai menjual produk teknologi kesehatan, yaitu kaki tiruan, knee brace dan tangan bionik ALBIONDI.

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, para peneliti CBIOM3S ini telah terlibat dalam pengembangan 7 paten, belasan paper di jurnal internasional dan belasan paper di international conference. Seiring dengan kemajuan, kinerja dan pretasi yang dimiliki, keterlibatan berbagai pihak dalam naungan CBIOM3S ini perlu didorong dan diberi wadah yang lebih luas yang dapat menampung peneliti lain dan memberikan kontribusi yang lebih luas dalam skala nasional. Hal ini ini mendorong pembentukan Pusat Unggulan Iptek Teknologi Kesehatan Indonesia (PUITK) sebagai wadah yang lebih luas untuk menjembatani kerja bersama seluruh peneliti dan praktisi teknologi kesehatan di Indonesia.

Pengembangan CBIOM3S menjadi PUITK Indonesia pada masa mendatang juga didorong untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan riset bertaraf nasional dan internasional pada bidang teknologi kesehatan secara interdisiplin dengan luaran produk yang daat dipasarkan dan dinikmati masyarakat. Produk teknologi kesehatan yang akan diproduksi dan dipasarkan ini tentu akan menjadikan PUITK Indonesia membutuhan komunikasi, arahan dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, BP POM dan Kementerian Perdagangan. Permasalahan komunikasi lintas bidang dan lintas regional ini diharapkan dapat dijembatani dengan adanya perubahan status CBIOM3S menjadi PUITK Indonesia yang memiliki akses lebih luas untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengna berbagai pihak.

Pusat penelitian (research center) yang dibangun oleh perguruan tinggi (PT) maupun lembaga penelitian non-PT perlu mengambil langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar penelitian dan pengembangan produk yang dilakukan memberikan hasil nyata berupa produk yang dapat digunakan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Untuk itu, pusat penelitian dituntut memiliki prioritas untuk menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pengguna teknologi yang menjadi sasaran pemasaran nantinya.

Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai universitas riset yang dalam perjalanan menjadi World Class University, memiliki suatu pusat riset teknologi kesehatan, yaitu Center for Biomechanics, Biomaterials, Biomechantronics and Biosignal processing (CBIOM3S). Dalam 4 tahun terakhir, CBIOM3S telah mengembangkan produk teknologi kesehatan, yang beberapa produk yang telah dibuat adalah: tangan bionik, tangan mekanik, alat terapi club foot untuk bayi, brace untuk pasien dengan ostheo-arthritis sendi lutut, kaki tiruan, alat diagnosis penyakit Parkinson, eksoglove untuk pasien stroke, dll.